Soroti Buruknya Pelayanan DPRD, Hendra Primitif Desak Reformasi Birokrasi Total

oleh -47 Dilihat
oleh

TANGERANG, (JT) — Penggiat sosial dan pemerhati kebijakan publik, Hendra Primitif, menyoroti pentingnya reformasi birokrasi di lingkungan DPRD Kabupaten Tangerang. Ia menilai lembaga legislatif harus menjadi contoh dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, transparan, dan berintegritas.

Menurut Hendra, pembenahan birokrasi tidak bisa lagi hanya menjadi slogan semata. Ia meminta adanya langkah tegas terhadap oknum pegawai yang dinilai tidak menjalankan tugas secara profesional serta tidak menjaga integritas pelayanan publik.

“Sudah saatnya dilakukan pembenahan birokrasi secara menyeluruh. Pegawai yang tidak berintegritas dan tidak profesional harus dievaluasi demi menjaga marwah lembaga serta kepercayaan publik,” tegas Hendra, Rabu (13/5/2026).

Ia menilai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah hanya dapat dijaga melalui pelayanan yang disiplin, transparan, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.

Hendra juga mendesak pimpinan DPRD Kabupaten Tangerang agar memperkuat pengawasan internal dan membangun budaya kerja yang mengedepankan etika serta tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.

“Reformasi birokrasi harus diwujudkan lewat tindakan nyata, evaluasi kinerja, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar DPRD benar-benar menjadi representasi aspirasi rakyat,” ujarnya.

Sorotan tersebut mencuat setelah Hendra Primitif bersama Aliansi Masyarakat Tigaraksa (Almast) gagal melakukan audiensi dengan pimpinan maupun anggota DPRD Kabupaten Tangerang yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (13/5/2026) pukul 11.00 WIB.

Padahal, kata dia, surat permohonan audiensi telah dilayangkan sejak tiga minggu lalu dan telah mendapat jawaban resmi dari Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang melalui surat yang ditandatangani secara elektronik oleh Ketua DPRD Kabupaten Tangerang.

Namun saat perwakilan Almast datang ke kantor DPRD Kabupaten Tangerang, tidak satu pun pimpinan maupun anggota dewan berada di tempat.

Situasi diperparah dengan sikap humas dan pihak kesekretariatan DPRD yang disebut saling melempar tanggung jawab terkait kepastian audiensi tersebut.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kabag Umum Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang, Yeni Yuliawati, membenarkan adanya jadwal audiensi tersebut. Namun, menurutnya, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang tidak dapat hadir karena sedang sakit.

“Pak Ketua sedang sakit, itu audiensi dengan ormas ya pak?” ujar Yeni melalui pesan singkat.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud, belum memberikan tanggapan lebih lanjut terkait ketidakhadirannya dalam agenda audiensi tersebut.

oleh
Editor: Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *