Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemkab Tangerang Perpanjang Pembelajaran Jarak Jauh

oleh -16 Dilihat
oleh

TANGERANG (JT) — Pemerintah Kabupaten Tangerang memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi pelajar sebagai langkah antisipasi terhadap dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kebijakan tersebut diambil untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik di tengah aktivitas erupsi yang masih berlangsung serta potensi paparan debu vulkanik.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, kebijakan PJJ akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan aktivitas erupsi dan kondisi lingkungan yang terdampak.

Hal itu disampaikan Maesyal seusai menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu (9/9/2026). Rapat tersebut membahas penyampaian penjelasan Bupati Tangerang terhadap nota keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kabupaten Tangerang Tahun Anggaran 2027.

Menurut Maesyal, pemerintah memilih melanjutkan PJJ karena kondisi akibat erupsi belum sepenuhnya kondusif bagi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

“Perpanjangan PJJ kita lihat kondisinya. Karena erupsi masih berlangsung, kita lihat sampai pukul 00.00,” ujar Maesyal.

Ia menegaskan, keputusan mengenai kelanjutan PJJ akan ditentukan berdasarkan perkembangan situasi terbaru. Pemerintah Kabupaten Tangerang juga akan menyesuaikan kebijakan dengan arahan pemerintah Provinsi Banten.

“Artinya, kita tunggu besok keputusan perpanjangan PJJ-nya. Kalau dilihat dari kebijakan Provinsi Banten, kemungkinan akan diperpanjang hingga Jumat mendatang,” katanya.

Maesyal menekankan, aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan kebijakan pembelajaran selama kondisi erupsi berlangsung.

Menurut dia, kegiatan belajar masih dapat dilanjutkan setelah situasi kembali memungkinkan. Namun, risiko terhadap kesehatan peserta didik dan masyarakat harus diminimalkan.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Proses pembelajaran masih bisa dilanjutkan di hari yang lain. Tetapi kalau menyangkut kesehatan kita semua, termasuk pemerintah, kita lebih baik menjaga daripada mengobati,” tegasnya.

Dengan kebijakan tersebut, kegiatan pembelajaran bagi pelajar di Kabupaten Tangerang sementara dilakukan secara jarak jauh sambil menunggu evaluasi kondisi terkini.

Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan kebijakan pembelajaran akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi erupsi Gunung Anak Krakatau. Keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi prioritas selama kondisi belum dinyatakan sepenuhnya aman untuk pembelajaran tatap muka.

oleh
Editor: putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *