SERANG, JT – Sekolah Islam Terpadu Al-Raf di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, menjadi sasaran empuk komplotan maling yang beraksi hingga tiga kali dalam sebulan.
Aksi pencurian beruntun di Jalan Pemda Tigaraksa ini mengakibatkan pihak sekolah kehilangan enam unit outdoor Air Conditioner (AC) dan puluhan batang besi.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Al-Raf, Kaesul Ma’arif, merinci bahwa rentetan pembobolan tersebut terjadi secara bertahap sejak akhir September hingga awal November 2026.
Insiden pertama maling berhasil menggasak empat unit AC pada Minggu 27 September 2026, disusul raibnya dua unit AC tambahan pada Selasa 20 Oktober 2026.
Belum tuntas pengusutan kasus tersebut, para pelaku kembali beraksi menggasak sekitar 20 batang besi segi empat dan besi siku pada Minggu 1 November 2026 malam hingga Senin dini hari.
Pada aksi ketiganya ini, Kaesul mengungkapkan bahwa komplotan pencuri meninggalkan jejak barang bukti yang sangat jelas di area perbatasan sekolah.
“Disisakan belum diambil, dua batang besi segi empat dan beberapa besi siku sudah menyorong ke pagar Bizpoint,” ungkap Kaesul pada Selasa 3 November 2026.

Pihak sekolah menduga batangan besi tersebut sengaja ditinggalkan karena para pelaku kesiangan saat berupaya menarik hasil curian melintasi pagar.
Rentetan kehilangan ini, kata Kaesul dinilai sangat janggal karena akses utama sekolah hanya mengandalkan satu pintu keluar masuk yang diawasi ketat.
“Sekolahnya cuma punya satu pintu keluar masuk. Di CCTV gerbang masuk tidak ada video mencurigakan,” ungkap Kaesul saat menjelaskan kejanggalan hilangnya barang-barang tersebut.
Ia menyebut area pagar bagian belakang dan samping sekolah berbatasan langsung dengan kawasan pergudangan Bizpoint.
Ia meyakini rekaman kamera keamanan dari area pergudangan tersebut bisa menjadi petunjuk krusial karena memiliki sistem pengawasan yang jauh lebih memadai.
“Karena bagaimanapun tetangga sekolah bagian samping dan belakang ada lokasi Bizpoint, di mana mereka juga ada CCTV dan satpamnya,” pungkasnya.
Temuan jejak besi curian yang mengarah ke pagar pembatas semakin memperkuat dugaan bahwa pelaku selalu memanfaatkan area pergudangan tersebut sebagai jalur pelarian.
Merespons hal ini, Kaesul mendesak aparat kepolisian segera melakukan investigasi silang ke kawasan Bizpoint yang diklaim memiliki penjagaan satpam 24 jam.
“Jadi harapan saya ada tindak lanjut dari Polsek Cikupa dan bisa koordinasi dengan pihak Bizpoint untuk cek CCTV mereka,” tegasnya.
Ia meyakini rekaman keamanan dari area pergudangan tetangga tersebut menjadi kunci utama bagi pihak kepolisian untuk membongkar identitas komplotan pelaku.








