TANGERANG, (JT) – Polsek Tigaraksa Polresta Tangerang mengawal dan mengamankan rangkaian kegiatan peresmian Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Rangkaian kegiatan keagamaan umat Hindu tersebut berlangsung selama sembilan hari, mulai 21 hingga 29 Juli 2026. Seluruh kegiatan berjalan khidmat, aman, tertib, dan kondusif.
Peresmian pura pada Selasa (21/7/2026) dihadiri Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Wakapolresta Tangerang Kombes Pol Christian Aer, unsur pemerintah daerah, Forkopimcam, tokoh lintas agama, serta masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat toleransi, kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Tangerang.
Rangkaian upacara keagamaan kemudian dilanjutkan pada Kamis (23/7/2026) dengan pelaksanaan Karya Agung Wrespati Kalpa Agung, Karya Ngenteg Linggih, Mapedudusan Agung, Penawa Ratna, dan Tawur Labuh Gentuh.
Puncak kegiatan berlangsung pada Rabu (29/7/2026) dan dihadiri Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, serta Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama I Nengah Duija.
Selama seluruh rangkaian kegiatan, personel Polsek Tigaraksa bersama unsur TNI dan instansi terkait melaksanakan pengamanan untuk memastikan prosesi ibadah berjalan aman dan lancar.
Kapolsek Tigaraksa AKP I Made Artana mengatakan pengamanan kegiatan keagamaan merupakan bagian dari pelayanan Polri dalam memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat.
“Polri akan selalu hadir memberikan pelayanan dan pengamanan terhadap setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan. Kami berharap semangat toleransi, persaudaraan, dan kerukunan antarumat beragama di wilayah Tigaraksa terus terjaga sehingga situasi kamtibmas tetap aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.
Peresmian Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati menjadi wujud semangat kebhinekaan dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Tangerang.
Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan terus terjaga untuk memperkuat persatuan serta menciptakan kehidupan yang harmonis.






