Pemkab Tangerang Ajak Pengembang Kelola Sampah Mandiri, Perkuat Teknologi dan Penegakan Aturan

oleh -13 Dilihat
oleh
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, berpose bersama dengan sejumlah pengembang usai mensosialisaiskan pengolahan sampah mandiri.

TANGERANG, (JT) – Pemerintah Kabupaten Tangerang mendorong kawasan pengembangan berskala besar untuk membangun sistem pengelolaan sampah secara mandiri berbasis teknologi, sehingga sampah dapat ditangani dari sumbernya dan tidak terus membebani tempat pemrosesan akhir.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, saat memimpin diskusi penanganan dan pengelolaan sampah bersama jajaran pemerintah daerah, Kecamatan Sindang Jaya, pengembang Kawasan Lavon Swan City, serta sejumlah pemangku kepentingan di Kawasan Lavon, Desa Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kamis (30/7/2026).

Intan menegaskan, pengelolaan sampah tidak boleh lagi hanya mengandalkan pola penumpukan dan pembuangan. Sampah perlu diolah dengan teknologi yang sesuai agar mampu mengurangi dampak lingkungan sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.

“Kita ingin pengelolaan sampah tidak lagi hanya ditumpuk. Sampah harus diolah agar juga dapat memiliki nilai ekonomi melalui teknologi yang tepat. Sekarang sudah banyak pilihan teknologi, tinggal kita memilih mana yang paling sesuai dengan karakteristik sampah di Kabupaten Tangerang,” ujar Intan.

Menurutnya, penyelesaian persoalan sampah tidak cukup hanya mengandalkan penindakan. Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah menyiapkan transformasi sistem pengelolaan sampah melalui penerapan teknologi yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Transformasi tersebut juga diarahkan untuk meninggalkan metode konvensional, terutama pembakaran sampah yang kerap menimbulkan keluhan masyarakat akibat asap serta berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan lingkungan.

Sejumlah alternatif teknologi tengah dikaji, antara lain pirolisis untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar minyak, produksi Refuse Derived Fuel (RDF), hingga teknologi waste to energy (WTE).

Pemerintah Kabupaten Tangerang juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kalangan swasta dan pengembang kawasan, guna mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, modern, dan berkelanjutan.

Intan berharap pengembang kawasan besar dapat menyediakan fasilitas pengelolaan sampah secara mandiri. Dengan sistem tersebut, sampah dapat diselesaikan di dalam kawasan tanpa seluruhnya dikirim ke tempat pemrosesan akhir.

“Harapan kami, kawasan-kawasan besar seperti Lavon, Suvarna Sutera, Paramount, Summarecon, Sinar Mas, Ciputra maupun pengembang lainnya memiliki pengelolaan sampah sendiri dalam kawasan. Dengan begitu, sampah tidak harus keluar kawasan dan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat,” katanya.

Selain mendorong penerapan teknologi, Intan juga menyoroti praktik pembakaran sampah yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Ia menilai pembakaran sampah tidak dapat lagi dianggap sebagai persoalan biasa karena asap yang dihasilkan telah memicu banyak keluhan masyarakat.

Asap pembakaran sampah dinilai berpotensi mengganggu kesehatan, menurunkan kenyamanan lingkungan, serta meningkatkan risiko kebakaran, terutama pada musim kemarau.

Pemerintah daerah telah meminta para camat beserta jajaran kewilayahan untuk meningkatkan pengawasan dan mengambil tindakan tegas terhadap praktik pembakaran sampah.

Langkah tersebut juga akan diperkuat melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum agar penanganan terhadap pelaku dapat dilakukan secara serius dan memberikan efek jera.

“Keluhan masyarakat sangat banyak, bahkan banyak yang menyampaikan langsung kepada saya melalui media sosial terkait pembakaran sampah. Kondisi seperti ini tidak boleh terus dibiarkan. Saya sudah meminta pak camat untuk bertindak tegas,” tegasnya.

“Kita juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian agar penanganan terhadap pelaku pembakaran sampah bisa dilakukan secara serius. Edukasi tetap dilakukan, tetapi penegakan aturan juga harus berjalan,” lanjutnya.

Intan menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah menyiapkan kawasan khusus yang akan menjadi pusat penerapan berbagai teknologi pengolahan sampah pada masa mendatang.

Kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi sentra pengelolaan sampah modern serta mengurangi ketergantungan terhadap sistem penumpukan dan pembuangan secara konvensional.

Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh teknologi. Perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat juga harus berjalan seiring dengan edukasi, kebijakan, serta kolaborasi yang konsisten dan berkelanjutan.

“Persoalan sampah bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal perubahan pola pikir. Kita akan terus melakukan edukasi, memberikan penghargaan kepada wilayah yang berhasil mengelola sampah dengan baik, sekaligus menerapkan reward and punishment agar pengelolaan sampah di Kabupaten Tangerang semakin baik dan kualitas lingkungan masyarakat terus meningkat,” pungkasnya.

oleh
Editor: putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *