TANGERANG (JT) – Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang (DKKT) menggelar pertunjukan tari dalam memperingati Hari Tari Sedunia pada Minggu 10 Mei 2026 di Gedung Graha Pemuda, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini bukan sebagai hiburan semata, tetapi sarana memperkenalkan kembali kebudayaan Indonesia kepada generasi muda.
Sebanyak 250 penari turut ambil bagian dalam pertunjukan ini. Menariknya, puluhan di antaranya merupakan anak-anak yang tampil penuh percaya diri di atas panggung. Dengan wajah polos, mereka menunjukkan antusiasme tinggi dalam membawakan berbagai jenis tarian, mulai dari tradisional hingga modern.
Ketua DKKT, Hj. Aida Hubaedah, menjelaskan bahwa sebagai generasi muda maka harus mengerti terhadap kebudayaan Indonesia, terutama seni tari. Melalui kegiatan ini, Bunda Ratu, panggilan akrab Aida Hubaedah, berharap dapat memunculkan generasi-generasi yang turut mencintai dan mau melestarikan seni tari di Indonesia.
“Kegiatan ini termasuk medium untuk memperkenalkan tari kepada anak-anak, supaya mereka paham,” ujarnya. Bunda Ratu pun juga mengapresiasi semangat anak-anak yang turut memeriahkan agenda tahunan ini.
Panitia penyelenggara Hari Tari Sedunia, Fikri Faiz Muhammad, menjelaskan perayaan tersebut merupakan momentum pelestarian dan pengembangan seni tari sebagai bentuk kreativitas terhadap perlakuan seni itu sendiri. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi komunitas tari untuk terus berkarya dan mempertahankan eksistensi seni tradisi.
“Bagi komunitas tari momentum ini merupakan bentuk pelestarian kreativitas terhadap perlakuan seni itu sendiri,” ucap Fikri. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang itu menegaskan, perayaan Hari Tari Sedunia bukan sekadar seremonial semata. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi upaya pengembangan dan pelestarian seni tari secara berkelanjutan.
“Kegiatan hari tari sedunia ruang pengembangan dan pelestarian yang berkelanjutan,” kata Fikri. Ia menilai ruang kreativitas bagi pelaku seni tari perlu terus diperkuat di Kabupaten Tangerang.
Kepedulian terhadap ruang kreativitas seni tari di Kabupaten Tangerang juga terlihat dari bermunculannya berbagai sanggar tari. Kondisi tersebut dinilai menjadi bentuk tanggung jawab moral para pelaku seni untuk merawat budaya secara berkesinambungan.
“Masih ada yang peduli merawat tari di Kabupaten Tangerang membuka ruang pada sanggar-sanggar untuk berkreativitas, tinggal mendudukan para pelatih tari yang profesional saja,” ujar Teguh Prayitno, Penggiat Tari asal Cikupa. Ia menilai peningkatan kualitas pelatih tari juga penting untuk mendukung perkembangan seni tari daerah.
Staf Ahli Bupati Tangerang, H. Achmad Kasori, mengapresiasi kegiatan Hari Tari Sedunia yang diselenggarakan di Gedung Graha Pemuda tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya merawat budaya dan pelestarian seni daerah.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena kegiatan tersebut bagian dari merawat budaya serta merupakan bentuk pelestarian, pengembangan seni,” ucapnya. Dukungan pemerintah diharapkan dapat memperkuat pelestarian seni dan budaya lokal di Kabupaten Tangerang.
Acara Hari Tari Sedunia berlangsung meriah dengan penampilan penari muda-mudi yang energik dan atraktif membawakan berbagai tari tradisi pakem maupun kreasi. Penampilan tersebut membangun atmosfer penonton untuk tetap menyaksikan pertunjukan hingga acara berakhir.







