TANGERANG, (JT) – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri acara halal bihalal Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Kecamatan Kosambi yang digelar di Majelis Taklim Nurul Islam, Minggu (3/4/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Maesyal Rasyid menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, toleransi, serta saling menghargai di tengah masyarakat.
“Halal bihalal ini memiliki makna yang sangat dalam, sebagai sarana untuk saling memaafkan, membersihkan hati, dan memperkuat kebersamaan. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keharmonisan sosial,” ujarnya.
Ia juga menyoroti peran strategis ibu-ibu majelis taklim dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah. Menurutnya, keberadaan majelis taklim tidak hanya sebagai wadah keagamaan, tetapi juga sebagai pilar pembinaan moral dan keluarga.
Bupati berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta mendorong pembangunan daerah.
“Saya berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat terus terjalin. Mari kita jaga persatuan, pererat silaturahmi, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah,” katanya.
Ia pun mengapresiasi peran majelis taklim yang dinilai konsisten menjadi garda terdepan dalam pembinaan umat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman keagamaan, akhlak mulia, serta membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.
“Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan, sinergi, dan kolaborasi yang telah terjalin selama ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua FKMT Kecamatan Kosambi, Hj. Rumsinah, menjelaskan bahwa FKMT merupakan wadah komunikasi antar majelis taklim yang bertujuan memperkuat peran perempuan dalam menghadapi tantangan era global.
“FKMT bukan sekadar perkumpulan, tetapi menjadi sarana komunikasi dan berbagi informasi antar majelis. Tujuannya agar para anggota menjadi wanita sholehah yang tidak mudah terpengaruh dampak negatif media sosial, melalui penguatan ilmu dan ceramah keagamaan,” jelasnya.
Kegiatan halal bihalal tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat kebersamaan serta komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.







