TANGERANG (JT) – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang dibuat kecewa dan geram atas ketidakhadiran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP), pada Kamis 1 Oktober 2026, di Ruang Rapat Gabungan DPRD Kabupaten Tangerang.
Padahal, pemanggilan 4 OPD dalam hal ini yakni Bappeda, Perkim, DBMSDA, BPN, hingga Camat Legok, Kepala Desa Cirarab dan Aliansi Masyarakat Terdampak Tol Serpong-Balaraja, sangat penting untuk mengambil keputusan dalam menangani persoalan pengadaan tanah dan pemberian ganti rugi atau ganti untung serta klaim dari pihak yang mengatasnamakan ahli waris atas lahan yang terdampak pembangunan Jalan Tol Serpong-Balaraja.
Ketidakhadiran Kepala OPD tersebut dinilai sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap lembaga legislatif.
“Ini sebenarnya tugas mereka (Kepala OPD). Kita tidak mau tahu, mau itu ada agenda atau kegiatan itu lain masalah, ini perintah tugas. Kita undang kepala dinasnya, yang dikirim cuma sekretaris dan kepala bidang, jelas ini pelecehan terhadap lembaga DPRD,” kata Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang, Bimo Mahfudz Fudianto, SH, MH, kepada awak media usai RDP.
Politisi Partai Golkar ini menegaskan, seharusnya Kepala OPD menunjukkan sikap profesional dan menghargai undangan resmi DPRD Kabupaten Tangerang. Apalagi, rapat tersebut membahas persoalan penting yang berkaitan langsung dengan keamanan dan kenyamanan serta sengketa lahan.
“Kita minta Pak Bupati memberi teguran kepada kadis-kadis ini, kita sudah undang tapi tidak pernah hadir. Yang datang diwakili sekretaris atau enggak kabid-kabid saja, kami mengundang kepala dinas untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan di Kabupaten Tangerang. Salah satunya soal sengketa lahan Jalan Tol Serpong-Balaraja ini,” pinta Bimo.
Dalam agenda pertemuan selanjutnya, Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang berharap Kepala OPD bisa hadir memenuhi panggilan sekaligus membawa dokumen lengkap dalam rapat membahas persoalan sengketa lahan Jalan Tol Serpong Balaraja.
“Kedepan OPD-OPD yang kita panggil itu menyiapkan dokumen dan data-data. Datang tapi tangan kosong buat apa, jadinya seperti main-main saja disini,” pungkas Bimo.






