TANGERANG, (JT) – Festival Cisadane 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan, sajian kuliner, dan pertunjukan seni budaya. Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Banten turut memeriahkan festival dengan menghadirkan arena permainan tradisional yang mengajak masyarakat bernostalgia sekaligus mengenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda.
Stan permainan tradisional menjadi salah satu magnet bagi pengunjung. Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias mencoba beragam permainan khas Nusantara, seperti engklek, congklak, egrang batok, egrang bambu, gasing, dan kelereng. Seluruh permainan tersebut dapat dinikmati secara gratis selama festival berlangsung.
Salah seorang pengunjung, Abdul Hafiz (46), mengaku senang dapat kembali memainkan permainan yang pernah mewarnai masa kecilnya. Menurut dia, kehadiran arena permainan tradisional memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus membangkitkan kenangan di tengah pesatnya perkembangan permainan digital.
“Yang pasti seru sekali. Permainan tradisional sekarang sudah mulai dilupakan anak muda. Dengan adanya Festival Cisadane ini, kami jadi bisa bernostalgia dan mengingat kembali masa kecil yang penuh permainan seperti ini,” ujarnya.
Pegawai Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Banten, Sarmad, mengatakan kehadiran stan permainan tradisional merupakan bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan kembali permainan warisan leluhur kepada generasi muda.
Menurutnya, Festival Cisadane menjadi momentum yang tepat untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal agar permainan tradisional tidak tergerus perkembangan zaman.
“Melalui Festival Cisadane, kami ingin memperkenalkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan. Harapannya, anak-anak dan generasi muda tidak hanya mengenalnya, tetapi juga ikut melestarikan budaya yang menjadi identitas bangsa,” kata Sarmad.
Selain menghadirkan permainan tradisional, BPK Wilayah Banten juga menampilkan pameran lukisan dan kerajinan tangan hasil karya siswa Sekolah Khusus (SKH). Berbagai kegiatan edukatif turut disiapkan untuk memberikan pengalaman budaya yang lebih interaktif kepada para pengunjung.
Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan workshop melukis pada Jumat (24/7). Selanjutnya, pada Sabtu (25/7), BPK menyelenggarakan workshop membatik mulai pukul 13.30 WIB. Dalam kegiatan itu, peserta diajak mempelajari teknik membatik menggunakan canting hingga proses pewarnaan secara langsung bersama para pengrajin.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Festival Cisadane 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang edukasi dan pelestarian budaya yang menghubungkan generasi masa kini dengan kekayaan tradisi Nusantara.







