Pemkab Lebak Harap Dana Afirmasi Infrastruktur sebagai Kawasan Penyangga Ekologis

oleh -9 Dilihat
oleh

LEBAK, (JT) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Provinsi Banten, berharap memperoleh dana afirmasi infrastruktur dari pemerintah pusat atas peran strategisnya sebagai kawasan penyangga ekologis bagi Jakarta dan Banten. Kabupaten Lebak memiliki tutupan hutan yang luas serta kawasan konservasi, di antaranya Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), yang pengelolaannya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan.

Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan pengembangan wilayah. Lebak tidak dapat berkembang sebagai kawasan industri konvensional seperti Kabupaten Serang atau Kota Cilegon, melainkan diarahkan sebagai kawasan industri hijau yang berbasis keberlanjutan lingkungan.

“Oleh karena itu, kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan dana afirmasi untuk pembangunan infrastruktur, seperti jalan,” ujar Asisten III Setda Lebak, Iyan Fitriyana, saat menerima kunjungan peserta Kemah Budaya PWI Pusat di Aula Museum Multatuli, Lebak, Jumat (16/1/2025).

Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DiskominfoSP) Kabupaten Lebak dr. Anik Sakinah, Kepala Museum Multatuli Ubaidilah Muhtar, Ketua Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya PWI Pusat Ramon Damora, Ketua Departemen Kerja Sama Antar Lembaga PWI Pusat Kadirah, Sekretaris PWI Provinsi Banten Fahdi Khalid, Koordinator Kemah Budaya Kunni Masrohati, jajaran pejabat Setda Lebak, serta wartawan dan sastrawan dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan itu, Iyan Fitriyana juga mengapresiasi peran wartawan yang aktif memberitakan berbagai persoalan publik yang belum tertangani pemerintah daerah. Ia mencontohkan peran media saat pandemi Covid-19, yang turut menyebarkan informasi positif terkait vaksinasi serta kondisi wilayah yang memerlukan perhatian lebih.

Ia menambahkan, Bupati Lebak menyambut baik dipilihnya Kabupaten Lebak, khususnya Kampung Baduy, sebagai destinasi wisata budaya dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) yang tahun ini diselenggarakan di Provinsi Banten.

“Diharapkan para peserta Kemah Budaya dapat memahami kearifan lokal, cara hidup, serta adat istiadat masyarakat Baduy,” kata Iyan.

Sementara itu, mewakili PWI Pusat, Ramon Damora menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Lebak atas dukungan dalam menyukseskan kegiatan Kemah Budaya yang digelar di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar.

“Setelah mengikuti Kemah Budaya, para wartawan dan sastrawan akan menulis tentang Baduy. Karya-karya tersebut akan dibukukan dan diluncurkan pada puncak acara HPN, 9 Februari 2026, yang rencananya akan dihadiri Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujar Ramon.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Lebak menyerahkan cinderamata kepada perwakilan wartawan Novi Balga dan perwakilan sastrawan Rini Intama. Usai acara penyambutan, para peserta diajak berkeliling Museum Multatuli.

Museum tersebut mengabadikan nama Multatuli, nama pena Eduard Douwes Dekker, penulis novel Max Havelaar yang mengkritik praktik kolonialisme dan ketidakadilan di Hindia Belanda. Karya tersebut memicu perdebatan luas di Eropa dan menjadi salah satu pemantik tumbuhnya kesadaran kaum bumiputra menuju kemerdekaan.

oleh
Editor: putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *