Panen Melon Hidroponik, Bupati Maesyal: Kebun Ini Harus Dikelola Secara Business to Business

oleh
oleh

TANGERANG (JT) – Jika ingin berkembang lebih maju dan menghasilkan profit yang prospektif jangka panjang, petani harus mampu membaca peluang bisnis. Pernyataan bernada himbauan itu diutarakan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid pada saat menghadiri Panen Raya Sentra Melon Hidroponik Terpadu.

Bertempat di Green House Melon Melenial Hydrofarm yang berlokasi di Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, Bupati Maesyal membagikan semangat dan strategi pengelolaan usaha bersama Pemerintah Desa Curug Wetan dan warganya di bidang hortikultura. Targetnya, bagaimana pembudidayaan tanaman buah-buahan berkualitas premium tersebut terus berkembang maju, lebih menguntungkan dan berkelanjutan.

“Kebun Greenhouse Melon Hidroponik Melenial Hydrofarm ini tidak boleh dikelola asal-asalan. Tapi harus dikelola business to business. Jadi diperhitungkan dari segi bisnis dengan manajemen yang bagus. Bisa membaca peluang bisnisnya. Misalnya, bangunannya dari bambu, kuat berapa tahun. Kapan waktunya mengganti harus ada uangnya. Bibitnya perlu diganti tiap masa panen atau obat-obatannya,” pinta Bupati Maesyal, pada Kamis, 29 Januari 2026.

Selain itu, Bupati Maesyal menekankan tentang pentingnya pemetaan pemasaran hasil panen. Tentunya dengan menyiapkan jejaring bisnis yang kuat.

“Yang penting lagi, pengelola tidak hanya memikirkan soal greenhouse saja. Tapi sudah harus bisa menjalankan jaringan ekonominya. Ketika mau panen, berarti pangsa pasarnya sudah harus siap mau dijual kemana saja dengan metode mapping pasar. Misalnya ditawarkan ke supermarket. Yang penting marketingnya harus bagus,” pesannya.

Oleh karenanya, ia meminta kepada Kepala Desa Curug Wetan dan pengelola Melenial Hydrofarm agar tekun dalam mengembangkan bisnisnya dan terus berinovasi tanpa henti. Seperti yang disampaikan dalam pernyataannya berikut ini.

“Makanya pengelola harus luwes bagaimana bisa menghasilkan uang. Intinya itu, sesuai prinsip ekonomi. Jangan sampai sekali panen terus mangkrak,” ujarnya bersemangat.

Di penghujung sambutan singkatnya, Bupati Maesyal mengacungi jempol ide-ide kreatif Pemerintah Desa Curug Wetan dalam menciptakan Greenhouse Melon Hidroponik. Seraya berharap agar ke depannya mampu memberikan dampak keekonomian signifkan warga setempat.

“Semoga kebun melon Melenial Hydrofarm bisa terus berjalan dan semakin jaya. Kalau ada keuntungan juga bisa dipakai untuk perbaikan fasilitas dan pengembangannya. Jadi ini termasuk ketahanan ekonomi. Bisa juga ditawarkan ke program MBG,” imbuhnya sebelum mengakhiri arahannya.

Hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Camat Curug, dan Kepala Desa Curug Wetan, Bupati Maesyal berkesempatan memanen beberapa varietas melon yang tampak begitu ranum di areal greenhouse hidroponik. Sebut saja Melon Auorora, The Blues, Sweet Lavender, Honey Globe dan Sweet Net 9.

Pantauan di lapangan menunjukkan tingginya antusiasme warga yang turut memetik langsung melon dari greenhouse dan membeli hasil panen sebagai oleh-oleh.

Sementara itu, Pengelola Melenial Hydrofarm, Ade Putra menyampaikan rasa syukur atas hasil panen perdana melon premium tersebut. Dengan harga jual Rp 40.000 hingga 50.000 per kilogram, melon berbagai varietas banyak diminati warga.

“Greenhouse seluas 400 meter persegi ini berkapasitas 1.100 tanaman. Panen perdana diperkirakan 1,5 ton dan hari ini sudah terjual 50 persen,” jelasnya.

Ade Putra menambahkan, pihaknya telah menjalin kerja sama pemasaran dengan supermarket dan toko buah di kota-kota besar. Ia optimistis produktivitas tanaman melon yang dapat panen 3–4 kali setahun mampu memenuhi kebutuhan pasar. Ia juga berharap keberhasilan ini dapat mendorong pemberdayaan pemuda desa di sektor pertanian.

oleh
Penulis: Herman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *