TANGERANG (JT) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang sepanjang Sabtu malam hingga dini hari, Minggu (8/3/2026), menyebabkan banjir cukup besar di Perumahan Taman Akasia, RW 013, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg.
Humas RW 013 Sukatani, Thohirudin menjelaskan banjir mulai terjadi sekitar pukul 02.00 WIB setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut.
“Iya betul, Perumahan Taman Akasia semalam kebanjiran. Sekitar jam dua dini hari air di depan rumah saya sudah setinggi pinggang. Banyak rumah warga terdampak, bahkan ada yang airnya masuk ke dalam rumah hingga sekitar 60 sentimeter,” ujar Thohirudin kepada awak media.
Menurutnya, banjir dipicu oleh limpahan air dari sejumlah kawasan sekitar yang mengalir ke Perumahan Taman Akasia.
“Air datang dari beberapa arah, yakni dari kawasan PT Bosung, Batu Nunggul Residence, Kampung Batu Nunggul Atas, serta dari arah dekat rumah Pak Haji Enju,” ungkapnya.
Ia menambahkan, lambatnya surut air juga disebabkan oleh kapasitas gorong-gorong di Jalan Batu Nunggul yang dinilai tidak mampu menampung debit air yang besar.
“Air tidak cepat surut karena terhambat gorong-gorong di Jalan Batu Nunggul. Debit air yang bisa dialirkan dalam kondisi normal kecil, sehingga tidak mampu menampung limpahan air dari berbagai arah. Ditambah lagi, setiap hujan gorong-gorong sering tersumbat sampah,” jelasnya.
Dalam penanganan darurat, warga mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Thohirudin menyampaikan apresiasi kepada petugas Pemadam Kebakaran Rajeg, PLN Cikupa, serta Lurah Sukatani yang turun langsung ke lokasi.
Ia mengapresiasi solidaritas warga dan pengurus RW yang berjaga sepanjang malam, termasuk tim tanggap darurat RW 013 yang membersihkan gorong-gorong dari kayu tumbang dan sampah yang terbawa arus.
Sementara itu, Ketua RW 013 Sukatani, Sanuri,l, menilai solusi jangka panjang untuk mencegah banjir adalah mengganti gorong-gorong di Jalan Batu Nunggul dengan jembatan.
“Saya pikir tidak ada jalan lain, sebaiknya gorong-gorong di Jalan Batu Nunggul segera dibongkar dan diganti dengan jembatan agar aliran air lebih lancar. Dengan begitu, air limpahan yang masuk ke Perumahan Taman Akasia bisa lebih cepat surut,” katanya.
Sanuri juga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kondisi perumahan tersebut yang disebut belum tersentuh pembangunan infrastruktur selama 14 tahun terakhir.
“Perumahan Taman Akasia selama ini belum mendapatkan pembangunan karena belum ada serah terima PSU dari pengembang Puri Jaya. Namun untuk jalan kelurahan seperti di Batu Nunggul, seharusnya bisa dianggarkan oleh pemerintah daerah tanpa harus terhambat persoalan PSU,” tegasnya.
Ia berharap langkah pembongkaran gorong-gorong dan pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan sebagai solusi konkret untuk mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.






