Iklan Kiri Rubrik (2)
Category: Kab. Tangerang
Published Date
Hits: 186
TIGARAKSA - Ribuan rumah yang berada disekitar 17 desa di enam kecamatan se Kabupaten Tangerang terendam banjir. Sampai saat ini warga masih bertahan di pengungsian karena banjir tak kunjung surut. 
 
 
Salah satu warga Perum Mustika Tigaraksa Mamun mengatakan, perumahan ini memang sudah menjadi langganan banjir setiap kali musim hujan. Selain akibat tanggul jebol, banjir juga akibat air kiriman dari bogor sehingga sungai Cimanceuri meluap. 
 
"Saat ini banjir sudah mulai surut, tapi masih ada saja rumah warga yang terendam," ujarnya. 
 
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pada Dinas Pemadam kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Tangerang Kadmita mengatakan, akibat hujan deras yang terus mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Tangerang dan bogor beberapa wilayah terendam banjir. 
 
Ketinggian air yang menggenangi rumah warga relatif naik turun, ada yang hanya 30 centimeter, bahkan ada yang mencapai satu meter lebih. Misalnya di Perumahan Mustika Tigaraksa, ketinggian air kadang mencapai 50 centimeter lebih. 
 
Titik banjir terparah saat ini menurut Kadmita yakni di Perumahan Mustika, Desa Pasirnangka, Kecamatan Tigaraksa sekitar lebih dari 300 rumah terendam. Selain itu, sekitar 600 rumah di Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, sekitar 400 rumah di Desa Gunung Kaler, Kecamatan Gunung Kaler, sekitar 670 runah di Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, sekitar 470 rumah di desa Gelam Jaya, Kecamatan Pasar Kemis dan sekitar 300 rumah di Desa Kutruk Kecamatan Jambe juga ikut terendam.
 
"Sampai saat ini banjir terparah masih melanda Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo. Ketinggian air saat ini masih diatas satu meter lebih," ujarnya. 
 
Menurutnya, pihaknya telah menurunkan sebanyak 147 personel tim penaggulangan bencana, ditambah personel Tagana, TNI dan Polri. Sampai hari ini pihaknya telah mendirikan tenda pengungsian dan tenda dapur umum sebanyak 1 unit di Jambe, 1 unit di Jayanti, 1 unit di Pasarkemis, 2 unit di Kronjo dan 2 unit di Mustika Tigaraksa.
 
"Berbagai bantauan makanan dan sandang sudah kami sebar di posko-posko bantuan. Yakni beras, sarden, mie instan, air mineral, makanan ringan hingga tiker dan selimut. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban banjir," tuturnya.
 
Menurut rencana hari ini, jika tidak turun hujan yang menyebabkan banjir, pihaknya akan menarik posko di Kecamatan Jambe untuk di pindahkan ke Kecamatan Kronjo. Karena di Jambe air sudah mulai surut, sementara di Kronjo masih cukup tinggi.
 
"Kami akan memprioritaskan bantuan kepada korban banjir yang cukup parah. Cirumpak, Kronjo dan Mustika Tigaraksa, saat ini yang masih membutuhkan bantuan," tegasnya. (han)
Written by administrator
-->
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn